Di tengah kenaikan pada hampir seluruh kelompok pengeluaran tersebut, hanya kelompok pendidikan yang mengalami penurunan indeks harga atau deflasi sebesar 2,25 persen secara tahunan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan menjadi satu-satunya kelompok yang memberikan tekanan penurunan terhadap inflasi NTT pada Juni 2026.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat NTT mengalami inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,67 persen pada Juni 2026. Angka ini mengindikasikan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d), inflasi NTT telah mencapai 2,20 persen hingga Juni 2026.

Peningkatan inflasi pada pertengahan tahun ini menjadi perhatian penting mengingat daya beli masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.

Ekonom menilai tekanan inflasi di wilayah kepulauan seperti NTT sangat dipengaruhi oleh faktor distribusi, kondisi cuaca, serta ketergantungan terhadap pasokan barang dari luar daerah.