Israel, menurutnya, tidak punya pilihan selain menyerang untuk menghentikan agresi. Langkah-langkah militer termasuk serangan udara yang menargetkan sistem pertahanan dan fasilitas nuklir Iran telah dilakukan sejak Jumat (13/6).
Iran Membalas, Mediasi Mandek
Sebagai respons, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel, memicu ledakan di beberapa kota besar termasuk Tel Aviv dan Haifa. Militer Israel menyebut puluhan serangan berhasil dicegat, namun kerusakan infrastruktur tetap terjadi.
Di tengah panasnya medan perang, Iran menolak upaya mediasi dari Qatar dan Oman. “Kami tidak akan berunding saat diserang,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resmi pada Senin (16/6).
AS, G7 dan Trump Turut Terlibat
Menariknya, mantan Presiden AS Donald Trump disebut telah memveto rencana pembunuhan Khamenei oleh Israel semasa kepemimpinannya. Trump khawatir aksi itu akan memicu “perang besar” di seluruh kawasan.
Sementara itu, KTT G7 yang tengah berlangsung di Italia gagal mencapai pernyataan bersama mengenai krisis Israel-Iran. Trump menolak menandatangani dokumen yang menyatakan posisi kolektif negara-negara besar terhadap perang tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
