Untuk merealisasikan strategi tersebut, perusahaan menyiapkan investasi awal sekitar Rp11 miliar yang seluruhnya berasal dari kas operasional internal. Pendanaan tersebut dinilai mampu mendukung implementasi strategi tanpa menambah beban pembiayaan eksternal karena ITSEC Asia telah memiliki infrastruktur teknologi serta kapabilitas Research & Development yang memadai.

Dengan strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga disiplin pengelolaan modal di tengah meningkatnya kebutuhan pasar terhadap solusi keamanan siber berbasis AI.

Patrick menambahkan bahwa AI bukanlah pengganti manusia dalam dunia keamanan siber, melainkan teknologi yang memperkuat kemampuan para profesional.

Menurutnya, AI memungkinkan para ahli keamanan siber bekerja lebih cepat, mengambil keputusan lebih akurat, serta memberikan perlindungan kepada lebih banyak organisasi. Masa depan keamanan siber, katanya, bukan memilih antara manusia atau AI, melainkan membangun kolaborasi keduanya untuk menciptakan ketahanan digital yang semakin kuat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.