“Momen hari ini bukan soal kalah menang, tapi bagaimana kita merajut kebersamaan, memperkuat persekutuan kita di dalam membangun kepengurusan daerah dan melakukan konsolidasi ke semua PDAM yang ada di kabupaten se-NTT,” ujarnya.

Pernyataan itu mendapat perhatian para peserta yang hadir. Sebab, dalam setiap organisasi, perbedaan pilihan dan dinamika pemilihan sering kali meninggalkan jarak psikologis yang tidak terlihat. Jony memilih untuk langsung menyentuh persoalan tersebut sejak awal kepemimpinannya.

Ia menyadari bahwa PERPAMSI NTT bukan sekadar organisasi profesi. Di dalamnya berhimpun para pemimpin perusahaan air minum dari berbagai daerah dengan karakteristik, tantangan, dan kepentingan yang berbeda-beda. Ada daerah yang masih berjuang menghadapi keterbatasan sumber air baku, ada yang sedang melakukan ekspansi jaringan pelayanan, dan ada pula yang berupaya meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan.

Karena itu, menurutnya, kebersamaan menjadi fondasi utama yang harus dijaga.

Ajakan menghilangkan sekat psikologis juga menjadi refleksi dari kondisi geografis NTT yang terdiri dari pulau-pulau dan wilayah yang berjauhan. Dalam situasi seperti itu, komunikasi dan solidaritas antardaerah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.