Berdasarkan data BPJS Kesehatan, penyakit jantung menempati posisi pertama sebagai penyakit dengan pembiayaan terbesar sepanjang 2025.
Tercatat sebanyak 29,7 juta kasus penyakit jantung ditangani melalui layanan JKN dengan total biaya mencapai Rp17,3 triliun. Angka ini menjadikan penyakit jantung sebagai penyumbang terbesar pembiayaan kesehatan nasional.
Para ahli kesehatan menilai tingginya kasus penyakit jantung berkaitan erat dengan perubahan pola hidup masyarakat, seperti kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, kebiasaan merokok, serta tingginya tingkat stres.
Gagal Ginjal dan Kanker Menempati Posisi Berikutnya
Di urutan kedua, gagal ginjal menyerap biaya sebesar Rp13,3 triliun dari 12,6 juta kasus yang ditangani sepanjang tahun.
Penyakit ini menjadi salah satu kondisi dengan biaya pengobatan tertinggi karena banyak pasien memerlukan terapi jangka panjang seperti hemodialisis (cuci darah) yang harus dilakukan secara rutin.
Sementara itu, kanker berada di posisi ketiga dengan total pembiayaan mencapai Rp10,3 triliun dari 7,1 juta kasus.
