Tingginya biaya pengobatan kanker dipengaruhi oleh kebutuhan terapi yang kompleks, mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi, hingga pengobatan lanjutan yang memerlukan waktu panjang.

Penyakit stroke menempati posisi keempat dengan pembiayaan sebesar Rp7,2 triliun untuk menangani 9,5 juta kasus.

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, dan kebiasaan merokok menjadi penyebab dominan meningkatnya kasus stroke.

Selain membutuhkan biaya perawatan yang tinggi, pasien stroke umumnya memerlukan rehabilitasi jangka panjang untuk memulihkan fungsi tubuh pasca-serangan.

Selain empat penyakit utama tersebut, BPJS Kesehatan juga mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk sejumlah penyakit katastropik lainnya.

Penyakit Hemofilia mencatat 84,8 ribu kasus dengan pembiayaan mencapai Rp909,6 miliar.

Kemudian Thalassemia menyerap anggaran Rp852,7 miliar untuk 398,1 ribu kasus yang ditangani sepanjang tahun.