“Kami tidak tahu harus bagaimana setelah ini. Rumah kami hancur, kami tidak punya tempat tinggal lagi,” keluh Petrus (52), seorang warga lainnya yang rumahnya tertimbun.
Kondisi pengungsian pun menjadi tantangan tersendiri. Banyak lansia, balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus. Beberapa korban bahkan mengalami trauma mendalam akibat kejadian ini.
Respon Cepat Pemkab Kupang: Bantuan Dikirim dalam Waktu 24 Jam
Menyikapi bencana ini, Bupati Kupang Yosef Lede turun langsung ke lokasi bersama Kepala Dinas Sosial Paul Liu, Kepala Pelaksana BPBD Semmy Tinenti, Anggota DPRD Habel Mbate, serta camat dan lurah setempat. Dalam kunjungannya pada Selasa (4/3/2025), Bupati Yos Lede menegaskan bahwa penanganan korban harus menjadi prioritas utama.
“Saya tidak mau dengar ada anak-anak korban bencana yang sakit. Pastikan pelayanan kesehatan maksimal dan kebutuhan pengungsi terpenuhi!” tegasnya kepada petugas di lapangan.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, bantuan berupa air bersih, makanan, peralatan mandi, MCK, dan dapur umum telah tersedia bagi para pengungsi. Pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang, termasuk rencana relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
