DPRD Habel Mbate pun meminta warga untuk segera melaporkan kebutuhan mereka.

“Kalau ada kekurangan di pengungsian, segera laporkan agar kami bisa meneruskannya ke OPD terkait,” ujarnya.

Meski duka masih terasa, harapan mulai muncul. Bupati Yos Lede memastikan bahwa warga yang memiliki lahan akan dibantu pembangunan rumah baru, sementara bagi yang belum memiliki lahan, pemerintah akan mencari solusi agar mereka mendapatkan tempat tinggal yang aman.

“Kami tidak akan membiarkan warga Takari terlantar. Kami akan cari solusi terbaik agar mereka bisa memulai hidup baru,” tambah Yos Lede.

Namun, hingga kini, ancaman longsor susulan masih menghantui. Meri, korban  longsor Kecamatan Takari, menyebut bahwa pergerakan tanah masih terjadi.

“Ini longsor terbesar sejak tahun 2022. Saat itu hanya satu rumah tertimbun, tapi kali ini sembilan rumah tertutup tanah. Kami harus tetap waspada,” jelasnya.

Bencana ini telah merenggut tempat tinggal dan ketenangan warga Takari, tetapi semangat untuk bangkit tetap menyala. Dengan koordinasi berbagai pihak, diharapkan para korban segera mendapatkan hunian layak dan bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.