Roslin menjelaskan bahwa seluruh kegiatan diprioritaskan berdasarkan urgensi dan relevansi terhadap peningkatan mutu pendidikan. “Kami melihat kembali mana yang betul-betul mendesak, mana yang dapat ditunda ke perubahan anggaran berikutnya. Semua dibahas secara terbuka, tidak ada keputusan sepihak,” ujarnya kepada media ini Kamis, 27/11/2023.

Penggunaan Anggaran: Infrastruktur dan Kurikulum Jadi Prioritas

Dalam realisasi tahun ini, dua kebijakan anggaran menjadi sorotan. Pertama, pembuatan plafon pada dua ruang belajar, yang dialokasikan dari sisa anggaran tahap awal. Keputusan ini diambil setelah disepakati bahwa kondisi ruang belajar yang tidak layak dapat membahayakan siswa dan mengganggu proses pendidikan.

Kedua, sekolah mengalokasikan dana untuk pembelian laptop baru bagi unit kurikulum. Beberapa guru yang baru menerima SK PPPK membutuhkan perangkat yang memadai untuk penginputan data, penyusunan modul ajar, dan aktivitas digital lainnya. Laptop lama dinilai sudah tidak mampu mendukung kebutuhan pembelajaran berbasis digital.