Pertemuan menjadi semakin bermakna dengan hadirnya pimpinan dan pengurus organisasi kemahasiswaan, baik intra maupun ekstra kampus. Semangat kebangsaan dan keadilan sosial menjadi tema besar dalam forum terbuka ini.

Tak hanya itu, Firman juga berdiskusi dengan perwakilan NGO/LSM, aktivis perempuan, aktivis mahasiswa, lembaga kerakyatan, serta tokoh-tokoh dari lembaga keumatan. Dialog berlangsung hangat dan terbuka, membahas potensi besar NTT dalam pembangunan berbasis kepulauan, budaya, serta partisipasi rakyat.

“NTT harus dibangun bersama, dari suara rakyat dan oleh kekuatan moral masyarakatnya,” tegas Firman, menutup pertemuan tersebut.

Fokus ke Labuhan Bajo dan Pulau Komodo

Setelah rangkaian pertemuan di Kupang, Firman Jaya Daeli berangkat ke Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melalui Bandara Komodo. Transit sebentar di Bandara Bajawa sebelum melanjutkan ke destinasi tujuan.

Labuhan Bajo dan Pulau Komodo adalah magnet pariwisata dunia, dengan keindahan flora-fauna, ekosistem laut dan pegunungan, serta kekayaan budaya lokal. Agenda di kawasan tersebut meliputi kunjungan ke Gedung ITDC di Golo Mori — pusat acara bertaraf nasional hingga internasional, salah satunya Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT ASEAN).

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.