FK – Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat pencapaian luar biasa dalam sektor ekonomi pada triwulan III-2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp34,41 triliun, dengan kontribusi utama dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mendominasi struktur ekonomi provinsi ini.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi pilar utama dalam perekonomian NTT, menyumbang sebesar 28,76 persen terhadap total PDRB triwulan III-2024.
Kontribusi besar ini menunjukkan bahwa sektor tersebut tidak hanya menjadi penopang ekonomi, tetapi juga sumber penghidupan utama bagi masyarakat NTT, mengingat sebagian besar penduduknya terlibat dalam kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan.
Selain itu, kontribusi sektor ini turut didukung oleh faktor-faktor seperti kondisi alam yang mendukung, serta berbagai kebijakan dan program pemerintah yang fokus pada peningkatan produktivitas pertanian, keberlanjutan hutan, dan pengembangan perikanan.
Pemerintah NTT, melalui dukungan berbagai pihak, terus berupaya meningkatkan teknologi pertanian, pengelolaan hutan lestari, serta pengembangan potensi perikanan yang berkelanjutan.
Namun, meskipun kontribusi sektor pertanian sangat signifikan, NTT juga mengalami pertumbuhan pesat di sektor lain. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tercatat sebagai sektor dengan pertumbuhan tertinggi, naik hingga 13,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan potensi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus berkembang di NTT.
Selain dari sisi usaha, ekonomi NTT juga menunjukkan performa yang solid dari sisi pengeluaran. Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi mencapai 66,23 persen, disusul oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh 11,06 persen.
Meski demikian, ekonomi NTT mengalami sedikit kontraksi sebesar 1,34 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q).
Penurunan ini terjadi akibat pengaruh dari beberapa sektor yang menghadapi tantangan musiman dan global. Meskipun demikian, prospek ekonomi NTT diperkirakan tetap positif, terutama dengan dukungan penuh pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang merupakan kekuatan utama provinsi ini.
Ke depan, dengan fokus pemerintah pada ketahanan pangan, pengembangan pertanian berkelanjutan, dan peningkatan nilai tambah sektor perikanan, kontribusi sektor-sektor ini diharapkan semakin menguat.
Upaya ini bertujuan untuk mendorong perekonomian NTT yang berdaya saing dan lebih sejahtera, sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Dengan potensi besar yang dimiliki sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, NTT siap melangkah menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, menjadikan sektor-sektor ini sebagai kunci pembangunan jangka panjang yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan antar wilayah.
Sumber:BPSNTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
