Kontroversi Board of Peace (BOP): Indonesia dan Bayang-bayang Kepentingan Global

Penulis: Laurensius Bagus (Founder Titiktemu-genz)

FHC, Kemunculan Board of Peace (BOP) di Indonesia belakangan ini memunculkan diskusi yang cukup luas di ruang publik. Secara normatif, gagasan tentang perdamaian tentu tidak pernah menjadi sesuatu yang problematis. Setiap inisiatif yang bertujuan membangun dialog dan meredam konflik pada dasarnya patut diapresiasi. Namun dalam praktik hubungan internasional, sebuah lembaga atau forum tidak pernah berdiri dalam ruang hampa. Ia selalu beririsan dengan kepentingan, jejaring kekuasaan, dan dinamika geopolitik yang lebih luas.

Kontroversi muncul ketika publik mengetahui bahwa jejaring dalam BOP juga melibatkan sejumlah figur dan entitas yang memiliki posisi politik kuat di panggung global. Salah satu nama yang sering disebut adalah Donald Trump. Selain itu, ada pula keterkaitan dengan aktor-aktor politik yang memiliki relasi dengan Israel serta jaringan internasional lainnya. Dalam perspektif kajian politik global, keterlibatan aktor semacam ini tentu memunculkan interpretasi yang beragam.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.