Menurutnya, karakteristik wilayah Kota Kupang yang berada di kawasan semi-arid menyebabkan daerah ini rentan terhadap musim kemarau panjang, keterbatasan sumber daya air, peningkatan suhu udara, serta tekanan terhadap ekosistem dan lingkungan hidup.
“Perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Ancaman kekeringan, cuaca ekstrem, penurunan kualitas lingkungan, hingga dampaknya terhadap kesehatan dan perekonomian menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama,” ujar Ignasius saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang tidak tinggal diam menghadapi berbagai risiko tersebut. Berbagai program adaptasi dan mitigasi terus dijalankan sebagai bagian dari visi pembangunan Kota Kupang sebagai Kota Kasih yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Beberapa program yang telah dan terus diperkuat antara lain gerakan tanam air dan panen air untuk menjaga ketersediaan sumber daya air, rehabilitasi daerah aliran sungai, reboisasi kawasan kritis, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, hingga pengembangan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
