ES, salah satu orang tua siswa, mengaku lega bisa menitipkan anaknya kepada pihak yang dianggap lebih mampu membina. “Saya sudah pusing. Anak susah diatur, susah shalat, sekolah pun sering bolos. Kalau di rumah tidak mempan, mungkin di sini dia bisa berubah,” katanya dengan nada penuh harap.
Harapan Besar dari Langkah Tidak Biasa
Meski langkah ini menuai pro dan kontra, banyak pihak menilai program ini sebagai terobosan berani yang bisa menjadi solusi nyata di tengah meningkatnya kenakalan remaja. Pemerintah daerah berharap program ini bisa menjadi model pembinaan di daerah lain, dengan tetap menjaga hak-hak anak dan pendekatan humanis.
Kini, mata tertuju pada Purwakarta. Akankah langkah ini berhasil membentuk generasi yang lebih disiplin dan berkarakter?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
