Namun, keberhasilan ini juga menyimpan tantangan. Pertama, soal konsistensi. Program yang hanya hadir pada hari Sabtu berpotensi dipersepsikan sebagai layanan tambahan, bukan bagian integral dari sistem. Ketika animo warga meningkat, tanpa perencanaan sumber daya yang memadai, kualitas layanan bisa tergerus.
Kedua, soal pemerataan. Tidak semua Kantor Pertanahan memiliki kapasitas yang sama dalam menyelenggarakan layanan akhir pekan. Tanpa standar operasional yang seragam, pengalaman warga bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lain—sebuah ironi dalam upaya menghadirkan keadilan layanan.
Beban Pegawai dan Keberlanjutan Program
Di balik layanan yang berjalan cepat, ada aparatur yang tetap bekerja di luar hari kerja normal. Pertanyaan tentang pengaturan jam kerja, insentif, dan keseimbangan beban kerja menjadi penting. Pelayanan yang ramah warga tidak boleh dibangun dengan mengorbankan kesejahteraan petugas.
PELATARAN juga menyasar pemohon langsung tanpa kuasa, sebuah kebijakan yang bertujuan menjaga efisiensi dan akuntabilitas. Namun, kebijakan ini menuntut literasi administrasi yang memadai dari masyarakat. Tanpa pendampingan informasi yang kuat, sebagian warga bisa tetap tertinggal.
