Dalam tiga tahun terakhir, BNPB mencatat adanya penurunan dampak bencana di Indonesia, meskipun frekuensi kejadian bencana fluktuatif. Hal ini terlihat dari berkurangnya jumlah korban jiwa, korban luka, serta kerusakan infrastruktur dan rumah warga.
“Meski jumlah bencana mungkin tidak dapat ditekan, tetapi kita melihat adanya penurunan dampak negatif, termasuk jumlah korban jiwa dan kerusakan rumah. Ini adalah hasil dari kesadaran yang meningkat serta tindakan mitigasi yang lebih baik,” tambah Suharyanto.
Salah satu capaian signifikan dalam pengurangan risiko bencana yang disampaikan oleh Suharyanto adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin baik dalam beberapa tahun terakhir. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, luas lahan yang terbakar pada 2023 jauh lebih kecil.
“Pada tahun 2015, luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 2 juta hektar. Sementara pada 2019 turun menjadi 1,6 juta hektar, dan pada 2023 hanya sekitar 600 ribu hektar. Ini adalah pencapaian besar, terutama dengan adanya fenomena El Nino yang memperburuk kondisi,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
