Namun, Suharyanto mengingatkan bahwa keberhasilan dalam penanganan bencana tidak boleh membuat kita lengah. Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama dalam memperkuat fase pencegahan bencana.

“Kita tidak boleh hanya kuat dalam hal tanggap darurat. Kita harus lebih kuat lagi di sektor pencegahan dan mitigasi, karena ini yang sebenarnya mengurangi dampak jangka panjang,” ujar Suharyanto.

Dalam konteks Provinsi Aceh, Suharyanto memberikan apresiasi khusus kepada pemerintah daerah dan masyarakat setempat atas kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi bencana.

Data BNPB menunjukkan bahwa jumlah bencana di Aceh pada periode Januari hingga Oktober 2024 tidak terlalu banyak dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Hal ini, menurut Suharyanto, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Aceh telah meningkat secara signifikan.

“Masyarakat Aceh sudah jauh lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Ini adalah contoh yang baik dan harus menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” katanya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.