Likuiditas Melejit! Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun, Ekonomi Awal 2026 Makin Bergairah

Jakarta, FHC – Likuiditas perekonomian Indonesia menunjukkan tren penguatan signifikan pada awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 10,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan mencapai Rp10.117,8 triliun pada Januari 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 9,6 persen (yoy).

Pertumbuhan M2 yang lebih tinggi ini mencerminkan peningkatan likuiditas moneter di pasar. Komponen utama yang mendorong ekspansi ini adalah uang beredar sempit (M1) yang tumbuh 14,9 persen (yoy) serta uang kuasi yang meningkat 5,4 persen (yoy). Lonjakan tersebut menunjukkan respons positif terhadap permintaan transaksi dan simpanan jangka pendek di tengah dinamika ekonomi domestik.

Dari sisi struktur, M1 memiliki porsi signifikan terhadap total M2, merefleksikan preferensi pelaku ekonomi terhadap instrumen likuid seperti giro rupiah, tabungan siap tarik, dan uang kartal yang mendukung aktivitas konsumsi dan investasi jangka pendek.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.