Mahasiswa Kedokteran Undana Turun ke Pesisir, Kolaborasi dengan TNI AL Selamatkan Ekosistem Mangrove Oesapa

FHC, KUPANG — Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali dilakukan Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui aksi kolaboratif bertajuk *“Clean on Green x Bumi Lestari”* yang digelar di Kawasan Ekowisata Mangrove Oesapa Barat, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana tersebut memadukan aksi konservasi lingkungan, edukasi masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Program ini digerakkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Asian Medical Students Association (AMSA) Undana dan Tim Bantuan Medis (TBM) Komodo. Untuk memperluas dampaknya, kegiatan melibatkan TNI Angkatan Laut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT, siswa SMK Maritim Nusantara Kupang, serta masyarakat pesisir Oesapa Barat.

Rektor Undana, Prof. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program konservasi lingkungan merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus diperkuat di perguruan tinggi.

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai elemen masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa perlu belajar bahwa kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai bahaya sampah plastik terhadap ekosistem laut. Materi tersebut disampaikan oleh personel TNI AL yang menjelaskan dampak pencemaran laut terhadap rantai makanan, populasi ikan, dan kehidupan masyarakat pesisir.

Setelah sesi edukasi, seluruh peserta melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah yang tersebar di sepanjang kawasan mangrove. Puluhan kantong sampah berhasil dikumpulkan dari area pesisir yang selama ini menjadi salah satu lokasi penumpukan limbah rumah tangga.

Mahasiswa kemudian melanjutkan kegiatan dengan menanam bibit mangrove di sejumlah titik rehabilitasi. Penanaman dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan para mitra yang terlibat.

Kawasan mangrove Oesapa Barat memiliki peran penting sebagai pelindung alami wilayah pesisir Kota Kupang. Selain mencegah abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan organisme laut lainnya.

Para pegiat lingkungan menilai keberadaan mangrove menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kerusakan mangrove dapat berdampak langsung terhadap penurunan hasil tangkapan nelayan dan meningkatnya ancaman abrasi.

Karena itu, kegiatan rehabilitasi mangrove dinilai memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.

Di sela kegiatan lingkungan, mahasiswa FKKH Undana juga membuka layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar. Pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi bagian dari misi pengabdian masyarakat yang selama ini dijalankan fakultas.

Warga yang hadir mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta edukasi mengenai pola hidup sehat. Kehadiran layanan tersebut mendapat sambutan positif karena membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan tanpa biaya.

Mahasiswa peserta kegiatan mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui keterlibatan langsung di lapangan. Mereka tidak hanya belajar mengenai pentingnya konservasi lingkungan, tetapi juga memahami kondisi sosial masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Kami belajar bahwa kesehatan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Sampah dan kerusakan ekosistem pada akhirnya juga berdampak pada kehidupan manusia,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Undana dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. Melalui pendekatan kolaboratif, kampus berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Pihak kampus berharap aksi serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga upaya pelestarian mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pesisir dan melindungi ekosistem mangrove menjadi faktor penting dalam keberhasilan program konservasi jangka panjang.

Dengan melibatkan mahasiswa sebagai motor penggerak, Undana ingin menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

Aksi “Clean on Green x Bumi Lestari” pun menjadi bukti bahwa pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada layanan kesehatan klinis, tetapi juga pada upaya menjaga lingkungan sebagai fondasi utama kesehatan masyarakat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.