FK, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada awal 2025 membawa kabar baik bagi semua sekolah di Indonesia. Tidak hanya sekolah negeri, sekolah swasta juga menjadi bagian dari program ini.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk tidak membedakan antara sekolah negeri dan swasta, mencerminkan komitmen pemerintah terhadap peningkatan gizi anak-anak di seluruh negeri.
“Tidak Ada Perbedaan, Semua Anak Berhak Mendapatkan Gizi Seimbang”, tegasnya.
Dadan Hindayana menyatakan bahwa program MBG bertujuan untuk memberikan asupan gizi seimbang kepada seluruh anak sekolah di Indonesia, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Target kita mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan anak sekolah dari PAUD hingga SMA, termasuk santri di pesantren. Baik itu swasta maupun negeri, semuanya berhak mendapatkan manfaat dari program ini,” ujarnya dalam sebuah forum kebijakan di Universitas Indonesia.
Program MBG dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak-anak, dengan menu yang mencakup karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan. Setiap anak akan menerima satu paket makan siang setiap hari, dengan pendistribusian yang diawasi ketat untuk memastik
Inovasi digital menjadi bagian penting dari pelaksanaan program ini. Sistem scan akan digunakan untuk memantau kehadiran siswa dan memastikan setiap anak yang hadir mendapatkan makanannya.
“Dengan digitalisasi, kita memastikan bahwa semua anak mendapatkan makanan bergizi mereka, dan kita bisa memantau distribusi secara real-time,” tambah Dadan.
Selain memberikan manfaat langsung kepada anak-anak, program ini juga berkontribusi pada pembangunan infrastruktur digital di daerah-daerah terpencil. Dengan adanya sistem digital untuk pendistribusian makanan, pemerintah mendorong akses internet ke desa-desa, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Indonesia tanpa membedakan jenis sekolah. Ini adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih sehat dan cerdas bagi generasi penerus bangsa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
