Kekalahan terakhir City terjadi saat tumbang dari Manchester United dalam Derbi Manchester. Sejak itu, mereka melaju tanpa hambatan, termasuk menumbangkan Arsenal di Etihad.
Taktik Guardiola: Mesin yang Terus Berevolusi
Di balik konsistensi tersebut, tangan dingin Pep Guardiola kembali menjadi pembeda.
City tampil fleksibel dengan rotasi yang cerdas dan kedalaman skuad yang sulit ditandingi. Di lini depan, kehadiran Erling Haaland tetap menjadi pusat gravitasi permainan.
Meski sempat mengalami paceklik gol, Haaland tetap efektif dalam menarik perhatian bek lawan, membuka ruang bagi pemain kreatif seperti Phil Foden dan Rayan Cherki.
Di sisi sayap, eksplosivitas Jérémy Doku dan Antoine Semenyo memberikan dimensi serangan yang dinamis.
Sementara itu, inovasi taktik terlihat dari peran inverted full-back yang dijalankan Nico O’Reilly, memperkuat dominasi lini tengah saat penguasaan bola.
Tambahan pemain belakang seperti Marc Guéhi juga memperkokoh transisi permainan—baik saat bertahan maupun membangun serangan.
Arsenal Mulai Goyah di Momen Krusial
Di sisi lain, Arsenal justru menunjukkan tanda-tanda penurunan performa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
