Dalam hitungan menit, foto dan video Aurum menari bersama para penari tradisional beredar luas di berbagai platform media sosial.
Bagi sebagian orang, tarian itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat NTT, kehadiran seorang pemimpin yang ikut menyatu dalam ruang budaya memiliki makna yang jauh lebih dalam. Tarian bukan sekadar hiburan, melainkan simbol penghormatan terhadap warisan leluhur yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Festival Fulan Fehan sendiri telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata paling bergengsi di NTT. Digelar di kawasan savana yang dikenal memiliki panorama alam spektakuler, festival ini menjadi wadah promosi budaya lokal sekaligus magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keikutsertaan Aurum Titu Eki dalam tarian massal tersebut menunjukkan komitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya daerah. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat, budaya lokal tetap menjadi identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
