Ming Ghoghi Resmi Pimpin PMKRI Tambolaka, Tegas: Program Pemerintah yang Timpang Tetap Kami Kritisi!
FHC, Dominggus Ghoghi atau yang akrab disapa Ming Ghoghi resmi dilantik sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tambolaka Santo Agustinus periode 2026–2027 dalam sebuah prosesi pelantikan yang berlangsung di Kantor Camat Loura, Sabtu (23/5/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Hirarki Gereja Keuskupan Weetebula melalui Frater Ciko dan disaksikan kader PMKRI, para alumni, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Momentum tersebut menjadi tonggak baru bagi PMKRI Tambolaka dalam melanjutkan gerakan kaderisasi dan perjuangan sosial di wilayah Sumba Barat Daya.
Dengan resmi dilantik, Ming Ghoghi kini menakhodai organisasi mahasiswa Katolik tersebut untuk satu periode ke depan. Ia turut memperkenalkan jajaran pengurus baru yang akan mendampinginya menjalankan roda organisasi.
Konradus Dappa Moda dipercaya menjabat Presidium Pengembangan Organisasi (PPO), Yulius Putra Bukarewa sebagai Presidium Pendidikan dan Kaderisasi (PPK), Paulus Ngailo sebagai Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas), Ervina Bili sebagai Presidium Hubungan Perguruan Tinggi (PHPT), Dominggus Tamo Ama sebagai Presidium Riset dan Teknologi (Ristek), serta Ignasius Bili sebagai Presidium Hubungan Masyarakat Katolik (PHMK).
Sementara posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Brigita Stefania Jelalu yang didampingi Erlinda Lede Tara sebagai wakil sekretaris. Adapun jabatan Bendahara Umum diemban Apliana Kaka Mada bersama Anastasia Mali Ngara sebagai wakil bendahara.
Usai dilantik, Ming langsung menegaskan arah gerakan PMKRI Tambolaka di bawah kepemimpinannya. Ia memastikan organisasi tetap konsisten mengawal berbagai persoalan sosial yang selama ini menjadi perhatian PMKRI, terutama isu-isu yang pernah diperjuangkan ketika dirinya menjabat sebagai Presidium Gerakan Kemasyarakatan periode 2024–2025.
“Kedepannya, kita akan terus mengawal isu-isu yang belum tuntas yang pernah PMKRI usut,” kata Ming saat diwawancarai media ini melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, PMKRI tidak boleh hanya hadir sebagai organisasi kaderisasi semata, melainkan harus menjadi ruang perjuangan yang berpihak kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan.
Ia juga menegaskan PMKRI Tambolaka tetap membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah sepanjang kebijakan yang dijalankan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kita tetap dukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. Namun jika itu timpang, maka tetap juga kita kritisi,” ujarnya tegas.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi PMKRI sebagai mitra kritis pemerintah. Di bawah kepemimpinan Ming Ghoghi, PMKRI Tambolaka berkomitmen menjaga independensi gerakan sekaligus tetap aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak adil atau merugikan masyarakat.
Sikap itu sekaligus memperlihatkan arah kepemimpinan baru PMKRI Tambolaka yang ingin menghadirkan organisasi mahasiswa sebagai kekuatan moral dan sosial di tengah masyarakat.
PMKRI Tambolaka juga diharapkan terus menjadi wadah pembentukan kader muda yang kritis, responsif terhadap berbagai persoalan daerah, serta aktif memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat di Sumba Barat Daya.
Reporter: Melvin
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
