Menurut Menteri ATR/BPN, semangat hijrah yang diajarkan dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan menuju perilaku, pola pikir, dan tindakan yang lebih baik.
Karena itu, momentum Tahun Baru Islam perlu dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi untuk memperbaiki kualitas kehidupan pribadi, keluarga, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Salah satunya melalui penguatan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang lebih maju.
Nusron juga mengingatkan pentingnya menjaga aset-aset umat agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, tanah wakaf memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan sertipikasi tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi aset umat dari berbagai potensi sengketa dan permasalahan hukum di masa mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
