1. Ketahanan Pangan Tidak Cukup dengan Food Estate

Program Food Estate lahan kering yang dikembangkan di kawasan Botani (Bobu–Tanjung Leur–Tobotani), ekspansi lahan pertanian, hingga cetak sawah Waikomo merupakan langkah strategis.

Namun persoalan terbesar Lembata bukanlah luas lahan.

Masalah utamanya adalah air.

Sebagian besar wilayah memang memiliki topografi yang memungkinkan untuk pertanian, tetapi musim hujan efektif hanya berlangsung sekitar empat bulan setiap tahun. Tanpa embung, bendungan kecil, sistem irigasi, dan konservasi air, produktivitas pertanian akan tetap rendah.

Keberhasilan bukan diukur dari hektare lahan yang dibuka, melainkan dari peningkatan produktivitas, indeks pertanaman, dan kemampuan petani menghasilkan panen sepanjang tahun.

Food Estate harus berkembang menjadi kawasan agribisnis, bukan sekadar proyek pembukaan lahan.

2. Peternakan Harus Berbasis Industri

Pengembangan Bukit Cinta, Bukit Hog, hingga kawasan peternakan ruminansia merupakan langkah yang berani.

Target ekspor ternak ke Timor Leste juga membuka peluang pasar baru.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.