FK-Manchester, Inggris – Sejumlah pemain Manchester United dilaporkan merasa kecewa dan marah karena dipaksa mengikuti tur pasca-musim ke Asia Timur, meski seharusnya sudah memasuki masa liburan bersama keluarga.
Menurut laporan Hirstclass dari The Times, para pemain merasa tur ini lebih bernuansa komersial dibandingkan alasan sportif. Banyak yang menganggap bahwa keputusan klub hanya demi mengejar pemasukan finansial, bukan demi kebugaran atau persiapan tim.
Namun pihak Manchester United tetap bersikeras bahwa semua pemain memahami alasan di balik keputusan ini. Klub berpotensi meraup pendapatan sekitar £8 juta (sekitar Rp 160 miliar) dari tur tersebut. Uang ini sangat penting untuk menutup penalti sebesar £10 juta dari Adidas, akibat kegagalan MU lolos ke Liga Champions untuk musim kedua berturut-turut.
Situasi ini menambah panas ruang ganti United, yang tengah dalam tekanan besar usai musim yang mengecewakan. Beberapa pemain bahkan mempertimbangkan masa depan mereka di klub bila situasi seperti ini terus terjadi.
Tur ke Asia Timur diperkirakan akan berlangsung usai final FA Cup, dengan jadwal yang padat dan kegiatan promosi bersama sponsor besar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
