Destry mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ekonomi tidak berhenti ketika sebuah regulasi diterbitkan atau ketika likuiditas tersedia di sistem perbankan.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana manfaat kebijakan benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha.
“Dampak kebijakan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga pedagang, petani, pengrajin, dan wirausaha muda di berbagai daerah,” ujar Destry.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa orientasi Bank Indonesia kini semakin menekankan dampak nyata (real impact) dibanding sekadar indikator makroekonomi.
Di negara dengan struktur ekonomi yang didominasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), efektivitas pembiayaan sangat ditentukan oleh kemampuan sektor keuangan menjangkau pelaku usaha di lapangan.
Dalam konteks tersebut, penguatan pembiayaan UMKM menjadi salah satu prioritas utama.
Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Loto Srinaita Ginting, menegaskan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional sehingga perlu terus diperkuat melalui akses pembiayaan yang lebih luas.
