Optimisme terhadap pembiayaan produktif juga didukung oleh kondisi industri perbankan yang relatif kuat.
Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit pada Juni 2026 mencapai 12,67 persen (year on year), meningkat dibandingkan Mei 2026 sebesar 11,51 persen.
Pendorong utama pertumbuhan tersebut berasal dari kredit investasi yang melonjak hingga 24,90 persen, mencerminkan meningkatnya aktivitas pembangunan kapasitas produksi dunia usaha.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada pada kisaran 8–12 persen.
Prospek tersebut didukung besarnya undisbursed loan atau fasilitas pinjaman yang belum dimanfaatkan, yang mencapai Rp2.490 triliun, setara 21,52 persen dari total plafon kredit yang tersedia.
Dari sisi perbankan, ruang ekspansi juga masih terbuka karena pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 10,21 persen, sementara minat bank menyalurkan kredit (lending appetite) tetap tinggi.
Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ayahandayani K., menilai akses pembiayaan yang inklusif merupakan prasyarat untuk meningkatkan produktivitas UMKM.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
