Karena itu, OJK memperkuat pengembangan ekosistem pembiayaan terintegrasi melalui peningkatan literasi keuangan, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta perlindungan konsumen.
Sementara itu, ekonom perbankan Josua Pardede menilai masih terdapat ruang yang besar untuk memperluas pembiayaan ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi, terutama industri pengolahan.
Menurut Josua, kombinasi implementasi POJK Kredit UMKM, kebijakan insentif likuiditas Bank Indonesia, serta program prioritas pemerintah akan menjadi faktor penting dalam memperkuat pembiayaan produktif.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas industri perbankan agar fungsi intermediasi dapat terus berjalan secara optimal.
Seminar nasional tersebut memperlihatkan bahwa arah kebijakan Bank Indonesia tidak lagi semata-mata berfokus pada stabilitas moneter.
Bank sentral kini memandang pembiayaan sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional.
Melalui bauran kebijakan seperti Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran, BI berupaya memastikan sektor keuangan tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap produktivitas ekonomi.
