Ketua RT13, Hendrik Misa, mengapresiasi inisiatif ini dan mengakui bahwa masalah sampah di wilayahnya sudah sangat kronis.

Ia berharap aksi ini dapat membuka mata warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Imanuel Menoh, Kepala Bidang DLHK Kota Kupang, juga memberikan tanggapannya. Ia menilai aksi ini sebagai langkah awal yang baik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

“Gerakan ini harus diikuti dengan kebiasaan memilah dan membuang sampah dengan benar. Tanpa kesadaran kolektif, persoalan sampah akan terus berulang,” tegasnya.

Aksi “keroyok” sampah ini bukan sekadar membersihkan, tetapi juga membangkitkan harapan bahwa Kota Kupang bisa lebih bersih dan sehat jika seluruh elemen masyarakat bersatu. Para pemuda GMIT telah memberikan contoh nyata bahwa perubahan dimulai dari aksi kecil yang berdampak besar. Kini, saatnya seluruh warga Kupang bergerak bersama, menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.