FK – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia telah mengambil langkah progresif untuk meningkatkan ketahanan air dan pangan di seluruh negeri.
Dalam upaya besar ini, Kementerian PUPR telah memulai pembangunan 28 bendungan, menandai komitmen kuat mereka untuk memastikan ketersediaan sumber daya air yang berkelanjutan dan mendukung produksi pangan nasional.
Kementerian PUPR Indonesia telah memperkuat langkah-langkahnya dalam memperkuat ketahanan air dan pangan dengan memulai proyek ambisius pembangunan 28 bendungan.
Dalam konteks tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan produksi pangan yang berkelanjutan, langkah ini dianggap sebagai tonggak penting dalam menjaga stabilitas dan kemandirian negara dalam hal sumber daya air dan pangan.
Proyek ini mencakup pembangunan dua bendungan baru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan air dan pangan di wilayah yang membutuhkan.
Selain itu, tujuh bendungan lainnya sedang dalam tahap pembangunan (on-going), sementara 19 bendungan lainnya ditargetkan selesai dalam tahun ini.
Menurut Menteri PUPR, pembangunan bendungan merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air yang cukup untuk pertanian, industri, dan kebutuhan domestik, serta memitigasi risiko banjir di beberapa daerah.
Lebih lanjut, proyek ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur di seluruh negeri, dengan fokus pada sektor kunci seperti pertanian dan sumber daya air.
Dengan memperkuat infrastruktur bendungan, diharapkan Indonesia dapat menghadapi tantangan-tantangan masa depan terkait ketahanan air dan pangan dengan lebih baik.
Selain itu, pembangunan 28 bendungan ini juga mendukung agenda global seperti tema “Water for Shared Prosperity” yang diusung dalam 10th World Water Forum, menunjukkan kontribusi Indonesia dalam mempromosikan pengelolaan air yang berkelanjutan dan berbagi kemakmuran bersama-sama.
Dengan terus mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, Kementerian PUPR menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan air dan pangan Indonesia, yang merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Bendungan On-Going
1. Bendungan Cibeet di Jawa Barat
2. Bendungan Karangnongko di Jawa Barat
3. Bendungan Cijuray di Jawa Timur
4. Bendungan Cabean di Jawa Tengah
5. Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan
6. Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan
7. Bendungan Mbay Lambo di Nusa Tenggara Timur.
Bendungan Ditargerkan Selesai di Tahun 2024
1. Bendungan Keureuto (Aceh)
2. Bendungan Rukoh (Aceh)
3. Bendungan Lausimeme (Sumatera Utara)
4. Bendungan Tigadihaji (Sumatera Selatan)
5. Bendungan Margatiga (Lampung)
6. Bendungan Leuwikeris (Jawa Barat).
7. Bendungan Bener (Jawa Tengah)
8. Bendungan Jlantah (Jawa Tengah)
9. Bendungan Jragung (Jawa Tengah)
10. Bendungan Bagong (Jawa Timur)
11. Bendungan Sidan (Bali)
12. Bendungan Meninting (Nusa Tenggara Barat)
13. Bendungan Manikin (NTT)
14. Bendungan Temef (NTT)
15. Bendungan Marangkayu (Kalimantan Timur)
16. Bendungan Bulango Ulu (Gorontalo)
17. Bendungan Budong-Budong (Sulawesi Barat)
18. Bendungan Pamukkulu (Sulawesi Selatan)
19, Bendungan Way Apu (Maluku)
Bendungan Baru
1. Bendungan Pelosika (Sulawesi Tenggara)
2. Bendungan Kedunglanggar (Jawa Tengah)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
