Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sejak tahun lalu guna mendukung rencana pembangunan tersebut. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan dinas teknis sesuai arahan Bupati Kupang agar proyek pendidikan tersebut dapat direalisasikan secara tepat sasaran.
“Pembangunan sekolah ini lahir dari kebutuhan masyarakat. Banyak warga mengeluhkan akses pendidikan yang masih terbatas, sehingga pemerintah berupaya menghadirkan solusi melalui sekolah terintegrasi,” kata Arthur.
Sebelum menetapkan Desa Manusak sebagai lokasi pembangunan, pemerintah daerah telah melakukan kajian terhadap sejumlah alternatif lokasi. Salah satu lokasi yang sempat dipertimbangkan berada di wilayah Tolnaku. Namun, hasil survei menunjukkan lokasi tersebut menghadapi berbagai kendala, terutama terkait status dan ketersediaan lahan.
“Awalnya ada beberapa opsi lokasi. Setelah dilakukan survei dan kajian teknis, lokasi di Manusak dinilai paling memenuhi syarat dan siap untuk dikembangkan,” ujarnya.
