Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan representasi nilai gotong royong yang dibangun atas dasar kepercayaan, keterbukaan, dan tata kelola profesional. Ia menekankan bahwa kekuatan utama koperasi terletak pada integritas kelembagaan dan konsistensi dalam menjalankan komitmen organisasi.

“Tidak ada kebersamaan tanpa kepercayaan. Kepercayaan terjaga melalui keterbukaan dan profesionalitas. Komitmen itu penting, tetapi konsistensi adalah kunci keberhasilan. Without commitment, you will never start. And without consistency, you will never finish what you have started,” tegasnya.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya penguatan sistem tata kelola dan pengawasan internal agar koperasi tetap sehat dan berkelanjutan. Ia menyinggung realitas di sejumlah daerah di mana koperasi mengalami stagnasi bahkan gagal berkembang akibat lemahnya manajemen serta minimnya pengawasan.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor—pemerintah, masyarakat, koperasi, lembaga sosial, hingga unsur keagamaan—untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan tangguh.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.