Berdasarkan pengalamannya sebagai “produk pendidikan”, Yosef Lede menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru melalui kompetisi dan tantangan nyata, terutama dalam aspek penguatan mental dan keberanian tampil, yang menjadi faktor esensial dalam proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan.

Bupati juga menyoroti pentingnya objektivitas dalam penilaian kompetisi, agar kualitas dan semangat sportivitas tetap terjaga. Kompetisi ini tidak hanya sebagai ajang mencari juara, melainkan sebagai ruang pembelajaran, inovasi, serta berbagi teknik pengajaran yang efektif.

Ketua PGRI Kabupaten Kupang, Ribka R. Kekado, menambahkan bahwa kompetisi antar guru ini memiliki misi strategis untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik, sekaligus memacu inovasi dalam pembelajaran. Puncak peringatan HUT PGRI yang biasanya dilaksanakan pada 25 November akan digabungkan dengan acara tingkat provinsi pada 27 November 2025.

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, dan Asisten 1 Sekda Kabupaten Kupang, Guntur Taopan, yang mendukung penuh penyelenggaraan lomba sebagai wujud sinergi dalam pengembangan sumber daya guru di daerah.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.