“Kami sangat terkesan. Kami harus berubah. Demi kesehatan kami, demi anak cucu kami,” ujar Bapa Teofilus, salah satu peserta.

Bapa Lukas tak lelah. Dalam tubuh pejuang lingkungan berjiwa lembut ini, masih mengalir darah aktivis Solidaritas Anawim dan WAHLI NTT. Kini, bersama PT Momen, ia tidak sekadar menjual produk, tapi menawarkan masa depan yang lestari, sehat, dan mandiri bagi masyarakat desa.

Ia percaya penuh pada filosofi: “Gutta cavat lapidem non vi, sed saepe cadendo. Batu berlubang bukan karena kekuatan, tetapi karena tetesan air yang terus-menerus.”

“Begitulah saya kampanye. Dari desa ke desa. Dari hati ke hati.”

Dalam sunyi, langkahnya terus menyusur jalan-jalan tanah di desa-desa Kupang. Dan dalam langkah kecil itu, suara bumi kembali terdengar:
“Terima kasih, anakku.”

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.