Kenaikan inflasi bulanan pada Desember 2025 yang lebih tinggi dibandingkan November 2025 (0,17 persen mtm) menjadi indikasi bahwa tekanan harga bersifat musiman dan struktural masih kuat. Pendorong utamanya berasal dari kelompok volatile food dan administered prices, sementara inflasi inti relatif stabil. Pola ini menunjukkan bahwa stabilitas inflasi nasional masih sangat dipengaruhi oleh faktor pasokan, terutama pangan dan energi.
Kelompok volatile food mencatat inflasi bulanan sebesar 2,74 persen (mtm), melonjak tajam dari bulan sebelumnya yang hanya 0,02 persen. Komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah menjadi penyumbang utama. Faktor cuaca yang mengganggu produksi, kenaikan harga input pakan ternak, serta lonjakan permintaan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) memperlihatkan betapa rapuhnya struktur pasokan pangan nasional terhadap guncangan iklim dan siklus musiman.
Dari sisi energi, inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 0,37 persen (mtm), meningkat dari 0,24 persen pada bulan sebelumnya. Kenaikan harga BBM nonsubsidi, tarif angkutan udara, dan angkutan antarkota seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Nataru kembali menegaskan bahwa sektor energi dan transportasi masih menjadi sumber tekanan harga yang sensitif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
