Sportivitas Mesti Lahir dari Bahtera UKAW Kupang: Pdt. Mesach Daniel Beeh Puji Terobosan FKIP-PJKR

Kupang, FHC – Acara Turnamen Bola Voli PJKR Cup I yang digelar di Auditorium Bahtera Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang menjadi momentum akademik sekaligus kultural yang menandai kebangkitan kembali tradisi keolahragaan di lingkungan UKAW. Dalam acara tersebut, Ketua Yayasan UKAW Kupang, Pdt. Mesach Daniel Beeh, M.Si., menyampaikan refleksi akademik dan teologis mengenai pentingnya sportivitas, pembangunan karakter, dan transformasi institusional melalui kegiatan olahraga.

Menurutnya, kehidupan manusia pada dasarnya bergerak melalui momentum-forming events, yakni peristiwa yang membawa dampak transformatif terhadap cara pandang, disiplin perilaku, dan budaya sebuah komunitas. Turnamen PJKR Cup I dinilainya sebagai salah satu momentum penting yang mampu menggerakkan kembali spirit kompetisi sehat dan solidaritas mahasiswa.

Dalam sambutannya, Pdt. Beeh memberikan apresiasi khusus kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), terutama Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), yang melalui penyelenggaraan PJKR Cup I berhasil “memecahkan telur”, sebuah metafora yang menggambarkan keberhasilan menghidupkan kembali sport culture yang sempat stagnan di UKAW.

Secara akademik, inisiatif PJKR ini menunjukkan penerapan pendekatan experiential learning, yaitu model pembelajaran yang menekankan pengalaman nyata sebagai sarana internalisasi nilai dan keterampilan. Turnamen ini berfungsi sebagai co-curricular laboratory tempat mahasiswa mempraktikkan teori keolahragaan, manajemen pertandingan, kepemimpinan, serta etika kompetisi.

Bahtera sebagai Arsitektur Simbolik dan Pedagogik

Pelaksanaan turnamen ini di Auditorium Bahtera UKAW, gedung olahraga indoor berarsitektur menyerupai bahtera, memberikan nilai tambah simbolik dan pedagogik. Pdt. Beeh menjelaskan bahwa bahtera bukan sekadar bentuk fisik, tetapi juga sebuah narasi spiritual dan akademik mengenai proses pembentukan manusia baru.

Dalam perspektif transformative learning theory, bahtera dapat dipahami sebagai medium pendidikan yang memungkinkan terjadinya perubahan perspektif, pembentukan habitus baru, serta internalisasi nilai-nilai moral.

Menurut Pdt. Beeh, “Bahtera ini adalah alat Tuhan untuk melahirkan manusia baru,” sebuah pernyataan yang menggarisbawahi bahwa ruang olahraga ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, tetapi sebagai value incubation space, ruang inkubasi nilai.

Gedung tersebut, yang kini menjadi pusat aktivitas olahraga kampus, diharapkan melahirkan “new generasi yang sportif, unggul, dan sehat”, tujuan yang sejalan dengan paradigma pendidikan holistik yang mencakup aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik secara integratif.

Sportivitas dan Kejujuran: Nilai Inti dalam Arena Kompetisi dan Kehidupan

Dalam sambutan ilmiah-teologisnya, Pdt. Beeh menegaskan bahwa olahraga bukan hanya sarana rekreasi, tetapi juga arena pembentukan nilai-nilai fundamental seperti sportivitas, kejujuran, dan integritas. Secara akademik, sportivitas merupakan bentuk moral agency dalam konteks kompetisi, sebuah komitmen pada prinsip fair play dan penghargaan terhadap aturan serta lawan tanding.

Pdt. Beeh menyoroti bahwa nilai-nilai ini semakin dibutuhkan dalam konteks kehidupan sosial yang penuh kompetisi, tekanan ekonomi, dan fragmentasi moral. Olahraga, menurutnya, berfungsi sebagai simulasi sosial, di mana individu dapat mempraktikkan pola interaksi yang etis dan bertanggung jawab.

“Di tengah kehidupan yang penuh persaingan ini, nilai sportivitas dan kejujuran sangat dibutuhkan untuk mengarungi bahtera kehidupan,” ujarnya. Pernyataan ini mengandung tesis bahwa pendidikan olahraga memiliki spillover effect terhadap pembentukan karakter dalam kehidupan publik yang lebih luas.

Terobosan penyelenggaraan PJKR Cup I dipandang sebagai indikator kinerja akademik PJKR dalam mengembangkan model pendidikan karakter berbasis aktivitas jasmani. Secara institusional, kegiatan ini menunjukkan kapasitas PJKR sebagai change agent dalam lingkungan kampus.

Turnamen ini juga mencerminkan implementasi collaborative pedagogy, di mana mahasiswa, dosen, dan unit-unit terkait berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Pendekatan ini memperkuat kompetensi mahasiswa tidak hanya dalam aspek teknis olahraga, tetapi juga kemampuan sosial, manajerial, dan kepemimpinan.

Turnamen Volley Ball PJKR Cup I dan peresmian penggunaan Auditorium Bahtera UKAW menjadi momentum penting dalam mengokohkan kembali identitas UKAW sebagai institusi pendidikan yang menempatkan nilai karakter, sportivitas, dan integritas sebagai fondasi utama.

Pernyataan Pdt. Mesach Daniel Beeh menegaskan bahwa olahraga memiliki potensi besar sebagai instrumen character engineering. Melalui Bahtera UKAW, kampus ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga arsitektur nilai yang akan membentuk generasi masa depan yang sehat, unggul, dan berintegritas.

Turnamen PJKR Cup I menjadi titik awal perjalanan panjang UKAW dalam melahirkan generasi yang siap mengarungi bahtera kehidupan dengan sportivitas dan kejujuran sebagai kompas moralnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.