Dengan fondasi tersebut, BI memproyeksikan sistem keuangan nasional tetap mampu menyerap guncangan eksternal tanpa mengorbankan fungsi intermediasi.
Peluncuran KSK 46 juga dibarengi seminar nasional bertema “Memperkuat Sinergi untuk Akselerasi Intermediasi dan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi”. Forum ini menghadirkan narasumber dari BI, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, perbankan, dan asosiasi industri.
Tujuannya jelas: membangun ekspektasi positif dan keyakinan pelaku usaha bahwa sistem keuangan Indonesia tidak hanya stabil, tetapi juga siap mendukung ekspansi ekonomi.
Di tengah ketidakpastian global, ekspektasi sering kali menjadi variabel penentu. Kepercayaan pelaku pasar dan dunia usaha dapat mempercepat investasi dan konsumsi, menciptakan siklus pertumbuhan yang lebih kuat.
Memasuki 2026, tantangan global belum sepenuhnya mereda. Namun, Indonesia menatap tahun ini dengan modal penting: stabilitas sistem keuangan yang terjaga dan likuiditas yang memadai.
Dengan intermediasi yang tetap solid, insentif likuiditas yang diperkuat, serta sinergi erat dalam kerangka KSSK, BI optimistis ekonomi Indonesia memiliki ruang untuk tumbuh lebih tinggi tanpa mengorbankan stabilitas.
