Tak Hanya IQ, Working Memory dan Nutrisi Jadi Kunci Prestasi Anak

FHC, Banyak orang tua masih menjadikan skor Intelligence Quotient (IQ) sebagai satu-satunya tolok ukur kecerdasan anak. Padahal, kemampuan lain seperti Working Memory memiliki peran yang tak kalah penting dalam menentukan prestasi belajar.

Dokter sekaligus peneliti dari Indonesia Health Development Center, Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa working memory merupakan fondasi utama dalam proses belajar anak. Kemampuan ini berperan dalam menyimpan dan mengolah informasi dalam jangka pendek, yang sangat dibutuhkan saat memahami pelajaran.

“Working memory menjadi salah satu modal utama agar anak memiliki kemampuan kognitif dan prestasi akademik yang baik,” ujar Ray dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4).

Ray mengungkapkan, salah satu faktor yang dapat mengganggu kemampuan working memory adalah Anemia defisiensi zat besi. Anak yang mengalami kondisi ini disebut memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami gangguan memori kerja.

Dampaknya tidak berhenti di situ. Penurunan working memory dapat berimbas pada kemampuan kognitif secara keseluruhan, termasuk potensi penurunan IQ dan prestasi akademik.

Untuk mencegah gangguan tersebut, para ahli menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi sejak dini. Ray menyebut bahwa kualitas asupan harian menjadi kunci utama dalam menjaga fungsi otak anak.

“Intake protein, fortifikasi zat besi, serta dukungan vitamin C sangat penting untuk menunjang penyerapan nutrisi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan dokter spesialis gizi klinis, Luciana Sutanto, yang menekankan pentingnya variasi makanan dalam pola makan anak.

“Anak perlu mengonsumsi makanan yang beragam sesuai prinsip gizi seimbang agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi,” ujarnya.

Secara sederhana, orang tua dapat mulai dengan memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe sebagai sumber protein. Selain itu, asupan zat besi perlu diperhatikan dan didukung dengan vitamin C agar penyerapan lebih optimal.

Para ahli menegaskan bahwa fondasi kecerdasan tidak hanya terletak pada hasil tes, tetapi juga pada kesehatan dan nutrisi yang mendukung perkembangan otak anak secara menyeluruh.

Dengan perhatian yang tepat sejak dini, anak tidak hanya mampu meraih nilai akademik yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan belajar yang optimal di masa depan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.