Kendari, FHNC – Pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) periode 2025–2026 menghadirkan wajah baru gerakan mahasiswa di Sulawesi Tenggara. Mengusung tema “Reformasi Gerakan Mahasiswa: Dari Kepemimpinan Menuju Perubahan Nyata,” momentum ini menandai pergeseran paradigma mahasiswa: dari sekadar pengkritik menjadi penyedia solusi.

Acara pelantikan yang berlangsung di Hotel Azizah Syariah Kendari itu dihadiri Wakil Rektor III UM Kendari, Dr. Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I., yang secara langsung melantik pengurus baru. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa mahasiswa adalah mitra strategis kampus.

“BEM harus menjadi motor perubahan, bukan hanya di internal universitas, tetapi juga dalam memberi kontribusi bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ketua BEM UM Kendari terpilih, Ruslan, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus melampaui kritik simbolik. Menurutnya, kepemimpinan mahasiswa kini harus mampu melahirkan gagasan, mengawal kebijakan, dan menciptakan ruang dialog yang produktif.

“Reformasi yang kami maksud bukan sekadar slogan atau simbol perlawanan. Ini adalah komitmen untuk menata ulang arah gerakan mahasiswa agar relevan dengan kondisi sosial, politik, dan budaya saat ini,” tegas Ruslan dalam pidatonya.

Ia menambahkan, mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi pengamat. “Kita harus hadir sebagai pelaku perubahan. Kritik tetap penting, tetapi tanpa solusi, kritik hanya berhenti sebagai wacana,” katanya.

Langkah awal BEM UMK di bawah kepemimpinan Ruslan akan difokuskan pada dua ranah utama: penguatan internal kampus dan keterlibatan dalam isu publik.

Di lingkungan internal, BEM berkomitmen mengawal kebijakan rektorat agar selalu berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan mahasiswa, serta terjaganya iklim akademik yang sehat.

Sementara di ranah publik, BEM UMK akan mengangkat isu-isu strategis seperti konflik tambang di Pulau Kabaena, penyerobotan lahan oleh korporasi, hingga ketidakadilan sosial di Sulawesi Tenggara. Ruslan menegaskan bahwa mahasiswa harus berani bersuara dan mengambil peran dalam advokasi kebijakan.

“BEM UMK tidak akan menutup mata terhadap ketimpangan yang terjadi. Kami akan hadir sebagai garda terdepan mengawal kebijakan publik dan memperjuangkan keadilan,” tegasnya.

Selain itu, Ruslan juga mengajak seluruh mahasiswa UM Kendari untuk menjadikan BEM sebagai ruang bersama, tempat lahirnya gagasan dan aspirasi. Menurutnya, solidaritas adalah fondasi bagi kekuatan gerakan mahasiswa.

“Mari kita jadikan BEM sebagai rumah bersama — tempat gagasan dilahirkan, aspirasi diperjuangkan, dan perubahan nyata diwujudkan. Kepemimpinan ini adalah langkah kecil yang akan berdampak besar jika kita bersatu,” pungkasnya.

Pelantikan ini disambut positif oleh civitas akademika UM Kendari maupun perwakilan organisasi mahasiswa yang hadir. Banyak yang melihat langkah BEM UMK sebagai angin segar bagi dinamika gerakan mahasiswa di Sulawesi Tenggara.

Dengan semangat baru, BEM UMK berupaya membuktikan bahwa mahasiswa tidak lagi hanya identik dengan aksi turun ke jalan, tetapi juga dengan menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa. Kepemimpinan solutif yang diusung menjadi jawaban atas tantangan zaman, sekaligus titik tolak lahirnya gerakan mahasiswa yang lebih strategis, membumi, dan relevan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.