Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan inefisiensi anggaran dalam skala besar apabila tidak segera ditata ulang. Berdasarkan perhitungan pemerintah, potensi pemborosan yang muncul dapat mencapai Rp1 triliun setiap bulan atau sekitar Rp12 triliun dalam setahun.

Besarnya angka tersebut membuat pemerintah memandang persoalan ini sebagai isu strategis yang harus segera diselesaikan. Apalagi program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

“Kalau dibiarkan, potensi pemborosan dalam satu tahun bisa mencapai Rp12 triliun. Karena itu perlu dilakukan penataan agar program ini berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Zulhas.

Menurut dia, pemerintah tidak akan menghentikan program yang telah memberikan manfaat kepada masyarakat. Sebaliknya, langkah yang ditempuh adalah memperkuat tata kelola, memperbaiki sistem pengawasan, dan memastikan seluruh sumber daya yang digunakan benar-benar memberikan nilai tambah bagi penerima manfaat.