Undana Perkuat Tata Kelola Kampus Melalui Manajemen Risiko Terintegrasi 2026

FHC, Universitas Nusa Cendana terus mematangkan langkah menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing melalui penguatan sistem tata kelola kampus berbasis manajemen risiko.

Komitmen tersebut diwujudkan lewat Sosialisasi Pedoman Pengelolaan Risiko Tahun 2026 yang digelar di Aula Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) pada Rabu (13/5/2026).

Melalui pendekatan ini, Undana berupaya menggeser budaya kerja institusi dari pola reaktif menjadi proaktif dengan membangun sistem manajemen risiko yang terintegrasi di seluruh unit kerja.

Fokus pada Lingkungan Kerja yang Berkualitas

Rektor Undana, Jefri S. Bale, menegaskan bahwa penguatan tata kelola kampus menjadi salah satu prioritas utama dalam kepemimpinannya.

Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga dari kualitas lingkungan kerja dan kesejahteraan sumber daya manusia.

“Kita ingin membangun prinsip favorable governance, bukan sekadar good university governance. Fokus kita ke depan adalah survei kepuasan dan manajemen risiko. Keduanya penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan memberikan sukacita bagi semua,” ujar Prof. Jefri.