Para peserta berasal dari 28 tim yang mencakup sasana tinju, Pengkab dan Pengkot Pertina, PPLD, SKO, sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Flores, Universitas Yaleka Maro Papua Selatan, serta delapan tim dari Timor Leste.
Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa setiap kejuaraan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding atlet.
“Setiap kejuaraan adalah ajang untuk menguji teknik, taktik, dan stamina yang telah dipersiapkan selama latihan. Pengalaman bertanding sangat penting karena akan menambah jam terbang dan membentuk mental juara para atlet,” ujar Johni.
Mantan petinju nasional yang pernah meraih medali pada SEA Games 1983 di Singapura itu menilai bahwa cabang olahraga tinju masih menjadi salah satu kekuatan utama NTT dalam meraih prestasi nasional.
Menurutnya, turnamen seperti Piala Rektor Cup menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
“Tinju merupakan salah satu cabang olahraga andalan NTT. Kejuaraan ini menjadi bagian dari persiapan menuju PON 2028. Target kita jelas, khusus cabang olahraga tinju harus mampu menyumbangkan minimal empat medali emas untuk NTT,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
