Menurutnya, Festival Fulan Fehan tidak hanya menjadi ajang hiburan atau promosi pariwisata semata, tetapi juga merupakan ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Timor kepada dunia.
“Festival Fulan Fehan adalah jendela dunia untuk melihat betapa kayanya budaya kita. Di hamparan savana yang megah ini, kita melihat sejarah hidup, semangat kebersamaan, dan identitas kita sebagai orang Timor yang teguh dan berbudaya,” ujar Aurum.
Ia menegaskan bahwa budaya memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan masyarakat Timor yang tersebar di berbagai wilayah. Karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.
Aurum juga menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama antar-kabupaten dalam mengembangkan sektor budaya dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
“Budaya adalah perekat yang menyatukan kita. Meskipun berbeda kabupaten, kita satu darah, satu tanah, dan satu budaya. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa kami selalu satu hati dalam membangun daerah,” katanya.
