“NTT tidak kekurangan talenta. Yang kurang adalah ekosistem yang memaksa talent untuk naik kelas. Pelatihan ini adalah akselerator,” kata Melki.
Para peserta akan digembleng selama tiga hari penuh dengan pendekatan praktik, bukan teori. Hasil akhirnya bukan slide materi, melainkan output nyata.
1. Desain Kreatif, peserta dilatih membuat desain branding UMKM, poster, kemasan produk, hingga materi kampanye sosial. Targetnya, lahir desainer muda yang bisa menjual jasa secara freelance maupun menjadi pendamping UMKM lokal.
2. Kuliner Kreatif, fokus pada inovasi produk berbasis bahan lokal (sorgum, kelor, pisang, jagung), teknik pengemasan, standar higienis, dan strategi jual di platform digital.
3. Youth Campaign, peserta dilatih merancang kampanye isu publik: anti narkoba, anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga isu moral dan sosial lain yang kerap dibiarkan tanpa suara pemuda.
“Ekonomi dan karakter sosial tidak bisa dipisah. Pemuda harus bisa menjual produk, tapi juga bersuara untuk kebaikan,” ujar Melki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
