Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi awal Dasa Cita pembangunan NTT, khususnya pilar yang menempatkan perempuan dan generasi milenial sebagai mesin transformasi ekonomi lokal. Gubernur meminta agar pelatihan ini menjadi batu pijakan munculnya inkubator pemuda di wilayah lain, tidak hanya berhenti di Kupang.

“Jangan pulang hanya membawa foto. Pulang sebagai api, membawa model kerja yang direplikasi di paroki, remaja gereja, kampus, komunitas, dan desa kalian,” tegas Melki.

Untuk memastikan pelatihan tidak berhenti sebagai euforia tiga hari, pemerintah daerah menyiapkan skema tindak lanjut: pendampingan mingguan, kurasi produk yang layak dibawa ke pameran, kanal distribusi melalui program Beli NTT dan One Village One Product (OVOP), serta peluang jejaring dengan investor dan marketplace.

Para peserta juga wajib menyerahkan action plan pasca pelatihan — rencana konkret apa yang akan dijalankan dalam 30, 60, hingga 100 hari ke depan. Pemerintah akan memantau progres dan memberi insentif bagi mereka yang berhasil menunjukkan hasil.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.