FK, Fatuleu – Ketegangan antara Ketua Ormas Pelita Prabu, Roy Radja, dan wartawan media siber semakin memanas terkait pemasangan baliho ormas tersebut di Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu.
Dalam sebuah percakapan via WhatsApp dengan wartawan Buserbindo.com, Roy Radja menanggapi kontroversi yang muncul dengan nada tegas. Ia menuduh media sebagai pihak yang hanya “mencari makan” dan mengkritik wartawan yang dianggap telah menulis berita yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Menurut Roy Radja, media tidak seharusnya membuat masalah dari pemasangan baliho yang dianggapnya sah dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Lu Aminadab, lu wartawan yang hanya kerja cari makan saja, tidak perlu kau coba-coba” (Aminadab, kau wartawan yang hanya kerja cari makan, tidak perlu kau coba-coba,. Red), “ujar Roy Radja dalam pesan singkatnya.
Ia menambahkan bahwa wartawan tidak berhak menilai organisasi Pelita Prabu yang disebutnya telah bekerja sesuai dengan aturan dan perintah dari pusat.
Pemasangan Baliho yang Jadi Sorotan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
