Momentum pisah sambut di Noelbaki menjadi gambaran bahwa pelayanan gereja bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang kesinambungan misi untuk melayani sesama. Air mata yang mengalir pada hari itu bukan hanya tanda perpisahan, tetapi juga ungkapan syukur atas perjalanan yang telah dilalui bersama.

Sementara sukacita yang hadir menjadi simbol harapan bahwa Tuhan akan terus berkarya melalui setiap pelayan yang diutus-Nya untuk melayani umat di tempat dan waktu yang berbeda.

Dalam konteks yang lebih luas, pesan Bupati Kupang menjadi relevan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi. Pembangunan karakter, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan yang terus dipelihara oleh lembaga keagamaan juga merupakan fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat Kabupaten Kupang yang harmonis, tangguh, dan berdaya saing.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.