Profesor Biopsikologi dari University of Leeds, Marion Hetherington, mengatakan bahwa salah satu kunci utama agar anak menyukai sayuran adalah dengan mengenalkannya secara berulang.
Menurutnya, anak membutuhkan waktu dan pengalaman berulang sebelum menerima jenis makanan baru. Dalam beberapa kasus, anak perlu diperkenalkan pada makanan yang sama hingga lima sampai 15 kali sebelum akhirnya bersedia mencobanya.
“Jika orangtua tidak mulai meningkatkan paparan sayuran sebelum usia lima tahun, itu akan menjadi jauh lebih sulit,” ujarnya.
Selain mengenalkan sayuran secara berulang, para peneliti menemukan bahwa menyajikan sayuran sebelum makanan utama juga dapat meningkatkan peluang anak untuk mengonsumsinya.
Anak cenderung memilih makanan favorit terlebih dahulu ketika makan. Saat rasa lapar sudah berkurang, mereka biasanya tidak lagi tertarik menghabiskan sayuran yang tersisa di piring.
Karena itu, memberikan sayuran saat anak masih lapar dinilai lebih efektif dibandingkan menyajikannya bersamaan dengan makanan yang lebih disukai.
