Penelitian tersebut juga menegaskan pentingnya peran orangtua sebagai teladan. Anak cenderung meniru kebiasaan makan anggota keluarga yang ada di sekitarnya.
Karena itu, orangtua yang rutin mengonsumsi sayuran dan menunjukkan pola makan sehat memiliki peluang lebih besar untuk membentuk kebiasaan serupa pada anak.
Beberapa penelitian menemukan bahwa makan bersama keluarga setidaknya tiga kali dalam seminggu berkaitan dengan peningkatan konsumsi buah dan sayur pada anak serta pola makan yang lebih sehat secara keseluruhan.
Para ahli juga mengingatkan agar aktivitas makan tidak dijadikan sebagai momen yang penuh tekanan. Memaksa anak makan justru dapat menimbulkan penolakan yang lebih besar terhadap makanan tertentu.
Sebaliknya, anak dianjurkan untuk dikenalkan pada makanan melalui aktivitas yang menyenangkan, seperti menyentuh, mencium, mengamati, atau bahkan ikut memasak bersama orangtua.
Koki eksperimental yang terlibat dalam penelitian, Jozef Youssef, mengatakan bahwa pengalaman positif saat berinteraksi dengan makanan dapat meningkatkan keberanian anak untuk mencoba makanan baru.
